![]() |
| Foto: ist |
BATAMSIBER.COM | BATAM – Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memperkuat transportasi massal untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan kendaraan di Kota Batam, Rabu (9/9/26).
Pengembangan diarahkan pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam yang diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan umum perkotaan. Pemko Batam menyiapkan 10 koridor utama serta 10 rute feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan halte dan jaringan utama.
Kebijakan tersebut diperkuat melalui Perda Kota Batam Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal yang mulai berlaku pada 2 Juli 2026.
Dengan kondisi Batam saat ini, BRT dinilai menjadi moda yang realistis untuk dikembangkan. Perluasan jaringan juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperkuat konektivitas antar kawasan.
10 Koridor Jadi Tulang Punggung
Dalam grand design Trans Batam, jaringan utama dirancang mencakup berbagai kawasan strategis, mulai dari pusat kota, kawasan industri, permukiman hingga wilayah pertumbuhan ekonomi baru.
Sepuluh koridor yang disiapkan yakni:
1. Koridor 1: Batam Centre–Sekupang (PP)
2. Koridor 2: Batam Centre–Tanjung Uncang (PP)
3. Koridor 3: Jodoh–Sekupang (PP)
4. Koridor 4: Sekupang–Sagulung (PP)
5. Koridor 5: Jodoh–Batam Centre (PP)
6. Koridor 6: Tanjung Piayu–Batam Centre (PP)
7. Koridor 7: Batam Centre–Nongsa (PP)
8. Koridor 8: Jodoh–Punggur (PP)
9. Koridor 9: Nongsa–Punggur (PP)
10. Koridor 10: Tembesi–Galang (PP)
Penambahan jaringan tersebut tidak hanya memperkuat rute yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga, tetapi juga membuka konektivitas menuju kawasan pertumbuhan baru.
Salah satunya Koridor 10 Tembesi–Galang yang melewati kawasan Rempang Eco-City dan Pelabuhan Sei Jantung. Rute ini disiapkan untuk mendukung mobilitas menuju kawasan Rempang dan Galang seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Dari sisi layanan, Koridor 1 Sekupang–Batam Centre menjadi salah satu rute dengan tingkat pelayanan tertinggi, mencapai 35 perjalanan setiap hari.
Pada Senin hingga Kamis, bus dari Sekupang beroperasi mulai pukul 05.45 hingga 18.15 WIB. Dari Batam Centre, layanan berlangsung pukul 06.25 hingga 19.15 WIB. Pada akhir pekan, operasional dimulai lebih siang, yakni pukul 06.00 dari Sekupang dan pukul 07.00 dari Batam Centre.
Koridor 2 Tanjung Uncang–Batam Centre juga melayani 35 perjalanan setiap hari dan menjadi salah satu jalur penting bagi pekerja kawasan industri dan galangan kapal.
Pada hari kerja, keberangkatan dari Tanjung Uncang dimulai pukul 05.45 hingga 18.15 WIB, sedangkan dari Batam Centre pukul 06.45 hingga 19.15 WIB. Pada akhir pekan, layanan dimulai pukul 06.00 dari Tanjung Uncang dan pukul 07.00 dari Batam Centre.
Sementara itu, Koridor 8 Punggur–Jodoh melayani 30 perjalanan setiap hari untuk menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kegiatan masyarakat. Dari Punggur, bus tersedia mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB dengan interval sekitar 20–30 menit. Dari Jodoh, layanan berlangsung pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Koridor 6 Tanjung Piayu–Batam Centre beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB dari Piayu dan pukul 07.00 hingga 18.00 WIB dari Batam Centre.
Adapun Koridor 7 Nongsa–Batam Centre melayani keberangkatan dari Nongsa mulai pukul 06.00 hingga 17.10 WIB dan dari Batam Centre pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.
Koridor 5 Jodoh–Batam Centre memiliki jadwal keberangkatan mulai pukul 06.40 WIB dari Jodoh dan pukul 07.00 WIB dari Batam Centre. Sedangkan Koridor 9 Nongsa–Punggur dijadwalkan mulai pukul 06.00 WIB dari Nongsa dan pukul 06.40 WIB dari Punggur.
10 Feeder Hubungkan Permukiman
Jaringan koridor utama akan diperkuat dengan 10 rute feeder. Layanan ini dirancang sebagai penghubung dari kawasan permukiman menuju halte atau koridor utama Trans Batam.
Empat rute menjadi tahap awal, yakni Dapur 12–Fanindo, Dapur 12–Pasar Melayu, Ciptaken–Tiban Centre melalui Tiban Mantaru, serta Sagulung–Patam Lestari–SPBU Tiban 3.
Jaringan feeder selanjutnya akan diperluas ke sejumlah kawasan, antara lain Batuampar, Nongsa, Piayu hingga Batuaji.
Konsepnya, warga dari kawasan permukiman dapat menggunakan feeder atau berjalan kaki menuju halte, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Trans Batam hingga tujuan. Skema ini diharapkan membuat jaringan angkutan umum lebih mudah dijangkau dari lingkungan tempat tinggal.
Armada Ditambah, Waktu Tunggu Dipangkas
Perluasan jaringan tersebut diikuti penambahan armada. Pada 2026, Pemko Batam menambah 19 bus baru sehingga total armada Trans Batam yang beroperasi mencapai 52 unit dengan dukungan sekitar 120 halte.
Jumlah armada akan terus ditingkatkan sejalan dengan perluasan jaringan. Waktu tunggu juga ditargetkan semakin singkat, sekitar 10–20 menit.
Jam operasional diperpanjang mulai pukul 05.30 hingga 19.00 WIB sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk menggunakan angkutan umum.
Untuk mendukung kelancaran layanan, penataan ruang jalan juga disiapkan. Pada ruas yang memiliki lima lajur, lajur paling kiri secara bertahap akan diarahkan menjadi jalur prioritas bus dengan marka khusus.
Trans Batam Terhubung ke Bandara
Penguatan jaringan tidak berhenti pada konektivitas antar kawasan. Pemko Batam juga mendorong Trans Batam terhubung dengan simpul transportasi utama, termasuk Bandara Internasional Hang Nadim.
Langkah tersebut mulai diwujudkan melalui peluncuran sekaligus uji coba lintasan Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim pada Senin (29/6).
Pada tahap awal, layanan menggunakan Koridor 7 dengan rute Nongsa–Batam Centre via Bandara Hang Nadim dan sebaliknya. Sebanyak lima armada disiapkan dengan interval keberangkatan setiap 30 menit.
Dari Batam Centre menuju bandara, bus melayani sejumlah titik, antara lain Stasiun Batam Centre, Kantor Imigrasi, BKN, Purimas, Mediterania, Tunas, RS Elizabeth, Uniba, RS Awal Bros, Hawai Garden, Grand BSI, Odesa hingga Bandara Hang Nadim.
Untuk arah sebaliknya, rute melayani Bandara, Taras, Dotamana, Bida Asri 2, MB2, Mustafa Plaza, Bida Asri 1, Puri Legenda, Simpang Hotel Kaliban, Mega Mall hingga kembali ke Stasiun Batam Centre.
Konektivitas tersebut memberi pilihan perjalanan menggunakan angkutan umum bagi masyarakat dari kawasan Nongsa dan Batam Centre, termasuk penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan bandara.
Layanan Dibuat Makin Modern
Selain memperluas jaringan dan menambah armada, Pemko Batam juga meningkatkan kemudahan bagi pengguna.
Salah satunya melalui penerapan QRIS Tap untuk pembayaran non-tunai. Pengguna cukup menempelkan telepon pintar yang mendukung NFC pada perangkat pembaca di dalam bus.
Sistem tersebut diharapkan mempercepat pembayaran sekaligus membuat layanan Trans Batam semakin praktis.
Dengan pengembangan 10 koridor utama, 10 feeder, penambahan armada, integrasi dengan simpul transportasi serta peningkatan sistem layanan, Pemko Batam menargetkan angkutan massal semakin mudah dijangkau, nyaman dan efisien.
Pengembangan ini pada akhirnya tidak sekadar menambah jumlah bus, tetapi membangun pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi bagi warga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Amsakar-Li Claudia mengantisipasi tekanan kemacetan sekaligus menyiapkan sistem transportasi Batam seiring pertumbuhan kota. (*)





