![]() |
| Foto: ist |
BATAMSIBER.COM | BATAM — Pemerintah Kota Batam memberi keringanan langsung kepada masyarakat melalui pemangkasan tarif parkir berlangganan hingga 50 persen.
Kebijakan tersebut ditetapkan bertepatan dengan momentum Hari Perhubungan Nasional 2026, setelah Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam tentang tarif parkir berlangganan ditandatangani, Selasa (22/9/26).
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, tarif baru tersebut membuat biaya parkir berlangganan jauh lebih ringan.
Untuk kendaraan roda dua, tarif ditetapkan Rp125 ribu per tahun, turun dari sebelumnya Rp250 ribu. Kendaraan roda empat menjadi Rp300 ribu per tahun, dari sebelumnya Rp600 ribu.
Sementara kendaraan roda enam kini dikenakan Rp375 ribu per tahun, atau turun separuh dari tarif sebelumnya sebesar Rp750 ribu.
Potongan tarif ini membuat masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya parkir setiap kali menggunakan fasilitas parkir di tepi jalan umum yang masuk dalam skema parkir berlangganan.
Stiker parkir berlangganan berlaku selama satu tahun. Untuk mendapatkannya, masyarakat cukup membawa fotokopi STNK kendaraan.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam maupun instansi atau bank mitra yang bekerja sama dalam layanan parkir berlangganan.
Bagi masyarakat yang ingin mengurus secara langsung, pendaftaran tersedia di Kantor Dishub Kota Batam, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota.
Meski demikian, stiker tersebut hanya berlaku untuk fasilitas parkir di tepi jalan umum milik Pemko Batam yang masuk dalam skema parkir berlangganan. Stiker tidak berlaku di area parkir khusus, termasuk mal atau lokasi lain yang memiliki ketentuan pengelolaan parkir tersendiri.
Pemangkasan tarif ini menjadi bagian dari upaya Pemko Batam menghadirkan layanan perhubungan yang lebih mudah dan terjangkau.
Di tengah tingginya mobilitas warga, kebijakan tersebut membawa manfaat yang sederhana namun langsung terasa: parkir lebih hemat, pembayaran lebih praktis, dan masyarakat mendapat kepastian biaya selama satu tahun.
Momentum Hari Perhubungan Nasional pun tidak berhenti pada seremoni. Di Batam, peringatan tersebut diikuti kebijakan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat. (*)





