Batam Jadi Sasaran Jaringan Penyelundupan, Bea Cukai Ungkap Modus Kian Nekat

Barang penumpang yang membawa senjata api.


BATAMSIBER.COM | BATAM  — Bea Cukai Batam mengungkap sejumlah kasus penyelundupan dengan modus beragam sepanjang April 2026. Mulai dari pengangkutan rokok ilegal melalui jalur laut gelap, penyelundupan senjata api di pelabuhan penumpang, hingga peredaran cartridge vape mengandung narkotika jenis etomidate berhasil digagalkan petugas.


Sebagai kawasan perdagangan bebas dengan aktivitas lalu lintas barang dan penumpang yang tinggi, Batam dinilai masih menjadi target utama jaringan penyelundupan yang memanfaatkan berbagai celah pengawasan.


Kasus pertama terjadi pada 7 April 2026 di perairan Tanjung Sauh. Saat melakukan patroli rutin, Satgas Patroli BC 11001 mendeteksi sebuah High Speed Craft (HSC) yang diduga membawa barang tanpa dokumen kepabeanan. Ketika hendak diperiksa, kapal tersebut melarikan diri dan meninggalkan sejumlah kotak di laut serta daratan.


Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebanyak 495.650 batang rokok ilegal tanpa pita cukai yang kemudian diamankan ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang. Modus ini diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Cukai.


Dua hari berselang, tepatnya 9 April 2026, petugas Bea Cukai kembali menggagalkan penyelundupan senjata api di Pelabuhan Bintang 99 Persada. Senjata api merek Beretta buatan Italia ditemukan dalam tas penumpang tujuan Jakarta setelah terdeteksi melalui mesin X-Ray. Hasil pemeriksaan lanjutan juga menunjukkan penumpang tersebut positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine.


Sementara itu, di Pelabuhan Internasional Harbour Bay, petugas mengungkap dua kasus penyelundupan cartridge vape mengandung etomidate yang diduga termasuk narkotika terlarang.


Pada 12 April 2026, seorang penumpang asal Malaysia kedapatan membawa 300 cartridge vape yang dilekatkan di tubuh menggunakan metode body strapping untuk menghindari pemeriksaan. Tiga hari kemudian, modus berbeda kembali ditemukan ketika seorang penumpang menyembunyikan 1.000 cartridge vape di dalam panci dan kardus sebagai kamuflase barang bawaan.


Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai modus penyelundupan yang semakin terorganisir, Senin (18/5/2026).


“Bea Cukai Batam tidak bekerja sendiri. Sinergi erat dengan Kepolisian, BNN, dan seluruh aparat penegak hukum hingga masyarakat adalah kunci dari keberhasilan pengawasan ini,” ujar Agung.


Seluruh barang bukti dan pelaku dalam kasus-kasus tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum terkait untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Septian)

Lebih baru Lebih lama