Iklan

terkini

BNPB: 186 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Karhutla Masih jadi Perhatian

BATAMSIBER.COM
7 Okt 2026, 11.46 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-10-07T04:46:17Z

 

Foto: ist


BATAMSIBER.COM | JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi karhutla di enam provinsi yang memiliki kawasan lahan gambut masih tergolong berat.


Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hingga saat ini tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda sekitar 186 hektare lahan gambut.


Enam provinsi yang menjadi fokus penanganan adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.


Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/10/26).


Selain kebakaran di lahan gambut, BNPB mencatat terdapat 13 kejadian kebakaran di luar enam provinsi prioritas dengan luas area terdampak lebih dari 400 hektare.


Menurut BNPB, kebakaran di lahan mineral relatif lebih mudah ditangani dibandingkan kebakaran di lahan gambut.


Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan terdampak kabut asap


Suharyanto menyebut kondisi karhutla saat ini paling parah terpantau di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.


Kabut asap pekat akibat kebakaran bahkan dilaporkan telah mengganggu aktivitas penerbangan di kedua wilayah tersebut.


Sementara itu, kondisi karhutla di Jambi kembali mendapat perhatian setelah muncul titik api baru di kawasan Taman Nasional Bukit Sembilan.


Kebakaran di kawasan tersebut sempat menghanguskan sekitar 300 hektare lahan. Namun, setelah dilakukan penanganan, luas area yang terbakar berhasil ditekan menjadi sekitar 140 hektare.


BNPB menyebut kawasan yang terbakar di taman nasional tersebut bukan merupakan lahan gambut.


Masker didistribusikan ke wilayah terdampak


Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah.


BNPB terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menangani dampak kesehatan akibat paparan asap. Distribusi masker juga dilakukan secara masif di wilayah yang terdampak karhutla.


BNPB mengakui adanya peningkatan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Pelayanan kesehatan di daerah terdampak pun terus dimaksimalkan.


Hujan diharapkan padamkan karhutla


Pemerintah berharap hujan dapat segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan.


Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat pada minggu ketiga November.


BNPB juga menyoroti kondisi El Nino pada 2026 yang disebut datang lebih cepat dari siklus biasanya. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena Indonesia kembali menghadapi kebakaran hutan dan lahan dalam skala cukup besar.


Selama sebulan ke depan, BNPB bersama seluruh pihak terkait akan terus melakukan pemadaman serta mendistribusikan berbagai peralatan yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak.


Upaya tersebut dilakukan untuk menekan dampak karhutla sekaligus mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah daerah. (*)

  • BNPB: 186 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Karhutla Masih jadi Perhatian

Terkini

Iklan