Bea Cukai Kecolongan atau Tutup Mata? Serbuan Rokok Manchester Guncang Batam Lagi

Rokok Manchester 


BATAMSIBER.COM | BATAM - Di sudut-sudut warung eceran Kota Batam, sebuah nama kembali dibisikkan oleh para penikmat tembakau. Bentuknya elegan, rasanya kerap disandingkan dengan Marlboro, namun harganya jauh di bawah standar akal sehat. Namanya Manchester. 


Sebuah merek tanpa pita cukai yang kini kembali merajai pasar gelap, menantang wibawa hukum di gerbang perbatasan negara, Senin (27/7/26).


Sejarah mencatat, Manchester bukanlah pemain baru. Pasca pandemi menghantam di awal 2022, rokok ini meledak di pasaran hingga pertengahan 2025. Dari yang awalnya hanya bermain di varian rokok putih polos, mereka berevolusi, membanjiri pasar dengan berbagai varian rasa. Murah dan nikmat.


Namun, kejayaan itu sempat runtuh. Tanggal 6 Januari 2026 menjadi hari kelabu bagi sindikat ini. Penggerebekan berskala masif di sebuah gudang raksasa di Pekanbaru berhasil memutus urat nadi peredaran Manchester. 


Stok mengering, barang lenyap dari pasaran. Para penikmatnya terpaksa "hijrah" sementara ke merek-merek lain. Publik mengira, riwayat Manchester telah tamat.


Kenyataannya, mereka hanya sedang tidur siang.


Menjelang pertengahan tahun 2026, asap Manchester kembali mengepul. Awalnya hanya pergerakan senyap dari warung ke warung. Namun kini, peredarannya bisa dibilang gila-gilaan. 


Manchester sukses merebut kembali takhtanya, bertengger di peringkat satu sebagai rokok ilegal paling terpopuler yang menembus pasar Batam saat ini.


Pertanyaan besar pun menggantung di udara, Siapa dalang yang mampu membangkitkan kembali raksasa yang sudah mati ini?


Penelusuran mengarah pada satu nama, sebuah sosok yang disebut-sebut bernama Willy. 


Di kalangan bawah tanah, siapa yang tak kenal Willy? Ia bukanlah sekadar pemain eceran, melainkan seorang "sutradara" dengan jaringan gurita yang menggenggam backing super kuat. Jika hukum adalah sebuah tembok tebal, Willy seolah memiliki kunci utama untuk membuka pintunya.


Fakta paling mencengangkan terkuak dari sumber terpercaya kami. Sepanjang bulan Juni-Juli 2026 ini, pasokan Manchester tidak lagi dikirim melalui jalur tikus yang sembunyi-sembunyi. 


Pengiriman dilakukan secara terang-terangan menggunakan puluhan kontainer melalui pelabuhan resmi di Kota Batam.


Bagaimana mungkin puluhan kontainer berisi barang ilegal berskala masif bisa melenggang bebas di pelabuhan tanpa terdeteksi?


Di sinilah pandangan publik kini tertuju tajam pada Bea Cukai Batam. Sejauh mana pengawasan di pintu masuk negara ini bekerja? Lolosnya puluhan kontainer ini memunculkan dua spekulasi liar di tengah masyarakat, yakni kecolongan tingkat tinggi, atau ada mata yang sengaja ditutup rapat-rapat?


Ini adalah ujian terberat bagi Bea Cukai. Bukti sudah di depan mata, pasar kembali dibanjiri barang ilegal, dan nama sang dalang sudah menjadi rahasia umum. Kini, jutaan mata publik menanti, mampukah aparat menebas gurita "Willy", atau akankah asap rokok ilegal ini terus menutupi penegakan hukum di Kota Batam?. (Red)

Lebih baru Lebih lama