![]() |
| Mobil operasional yang disita Polisi. (Foto: ET) |
BATAMSIBER.COM | BATAM — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyita sedikitnya 11 mobil dalam pengembangan kasus narkoba yang menyeret BS, sosok yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan pengelola Planet Holiday.
Penyitaan dilakukan hingga Jumat (14/8/2026). Belasan kendaraan tersebut diamankan dari sejumlah lokasi berbeda, bukan dari satu tempat penyimpanan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Suyono mengatakan, seluruh kendaraan kini telah diamankan sebagai bagian dari pengembangan perkara.
"Ada 11 mobil mewah yang diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Kendaraan tersebut tidak ditemukan dalam satu lokasi, melainkan kami amankan dari beberapa kediaman yang berbeda," kata Suyono.
Mobil yang disita terdiri dari berbagai merek dan tipe. Di antaranya Toyota Hummer bernomor polisi DK 1 JD, Daihatsu Rocky BP 1357 CC, Jeep Rubicon B 2374 SXI, Mitsubishi BP 1497 IS, dan Mitsubishi Pajero Sport BM 1655 UE.
Selain itu, polisi turut mengamankan Honda Brio BP 1814 QR, Jeep Rubicon BP 378 VB, Toyota Fortuner BP 1745 RI, Toyota Avanza BP 1223 GF, Toyota Fortuner BK 1862 AD, serta Toyota Kijang Innova B 2736 UKP.
Aset Tersebar di Sejumlah Daerah
Deretan kendaraan tersebut memiliki nomor polisi dari sejumlah wilayah, mulai dari Kepulauan Riau, Jakarta, Sumatera Utara hingga Bali.
Penyitaan belasan kendaraan bernilai tinggi itu menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara narkoba yang tengah dikembangkan Bareskrim Polri.
Polisi juga masih memburu BS. Suyono mengatakan, BS saat ini berstatus buron dan diduga telah melarikan diri ke luar negeri.
" Saat ini Basri (BS) lari ke Malaysia, masih dalam tahap pengejaran tim," ujar Suyono.
Dikaitkan dengan Pengelola Planet Holiday
Dalam perkembangan kasus tersebut, muncul pula informasi mengenai kedekatan BS dengan pihak pengelola Planet Holiday.
Namun, Suyono menegaskan bahwa informasi mengenai hubungan tersebut belum dapat dipastikan. Hal itu masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dalam pengembangan perkara.
Polisi hingga kini masih fokus mengejar BS sekaligus menelusuri keterkaitan aset-aset yang telah disita dengan perkara narkoba yang sedang ditangani. (ET)

