Iklan

terkini

Amsakar Gandeng APINDO Prioritaskan 15-20 Persen Rekrutmen untuk Warga Lokal

BATAMSIBER.COM
11 Sep 2026, 14.31 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-12T07:32:06Z
Foto: ist

BATAMSIBER.COM | BATAM — Pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam terus menunjukkan kinerja positif. Namun, Pemerintah Kota Batam ingin geliat tersebut ikut membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat.


Langkah itu diwujudkan melalui kerja sama Pemerintah Kota Batam dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang mewadahi 30 perusahaan besar untuk memperkuat prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.


Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026), disaksikan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto.


Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, kebijakan tersebut diperlukan agar pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat Batam.


Selama ini, kata Amsakar, masih muncul keluhan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal.


“Dulu kita sudah sepakat, 15–20 persen rekrutmen diprioritaskan untuk anak Batam saat pertemuan dengan HRD perusahaan se-Kota Batam. Namun, komitmen lisan saja tidak cukup. Kita perlu aksi nyata yang lebih konkret dan terukur,” ujar Amsakar.


Melalui kesepakatan tersebut, 30 perusahaan anggota APINDO berkomitmen membuka akses rekrutmen yang lebih luas bagi warga Batam.


Pelaksanaannya diperkuat dengan sistem monitoring digital melalui aplikasi Dinas Tenaga Kerja, sehingga realisasi penyerapan tenaga kerja dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.


Komitmen itu berjalan di tengah kinerja ekonomi Batam yang terus menunjukkan pertumbuhan. Pada triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen secara tahunan atau year-on-year.


Realisasi investasi pada semester I 2026 juga mencapai sekitar Rp29,9 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,37 triliun.


Sejumlah indikator sosial turut menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 6,76 persen pada 2026 dari 7,68 persen pada tahun sebelumnya.


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga meningkat menjadi 83,8.


Meski demikian, pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap menghadirkan tantangan. Batam tercatat sebagai daerah dengan arus migrasi tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta pada 2026. Tingginya jumlah pendatang membuat persaingan memperoleh pekerjaan semakin ketat.


“Batam adalah magnet pencari kerja. Jika tidak ada keberpihakan pemerintah, kita khawatir angka pengangguran justru akan meningkat lagi. Karena itu, intervensi ini sangat krusial,” jelas Amsakar.


Menurut Amsakar, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal bukan berarti menutup ruang bagi tenaga kerja dari luar daerah maupun membatasi investasi.


Sebaliknya, pemerintah memilih membangun kolaborasi dengan dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Jalur dialog juga menjadi pilihan untuk mencari solusi ketenagakerjaan tanpa mempertentangkan kepentingan pekerja dan pengusaha.


“Kita ambil jalan tengah terbaik. Kita duduk bersama, cari solusi, dan pastikan warga Batam mendapat manfaat dari booming investasi ini,” tegasnya.


Komitmen tersebut juga berjalan beriringan dengan upaya Batam menarik investasi bernilai tambah tinggi.


Salah satunya melalui rencana pembangunan NVIDIA DDX AI Factory yang melibatkan NVIDIA bersama Firmus Technologies dan DayOne. Pusat data berbasis GPU tersebut direncanakan memiliki kapasitas 170.000 chip akselerator AI/GPU dan mulai dibangun pada triwulan I 2027.


Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin pertumbuhan investasi tidak berhenti pada nilai modal yang masuk ke Batam. Investasi diharapkan turut menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal.


Ketua APINDO Kota Batam, Rafki Rasyid, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan masyarakat lokal.


“Kalau ibarat kue, kue ekonomi kita terus bertumbuh. Pertanyaannya, apakah pertumbuhan itu dinikmati orang Batam? Kami berharap pengusaha lokal dan pekerja lokal juga merasakan dampaknya,” ujar Rafki.


Tak hanya soal manfaat ekonomi, Rafki juga mengapresiasi hubungan industrial yang semakin kondusif di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Ia mencontohkan kesepakatan pengupahan 2025 yang tercapai tanpa demonstrasi sebagai bentuk kedewasaan dalam hubungan industrial.


Rafki turut mengapresiasi program pelatihan Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam bagi pencari kerja dan pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi. Menurutnya, program tersebut penting agar keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.


APINDO Batam yang menaungi sekitar 700 anggota, mayoritas perusahaan besar, siap mengawal kesepakatan tersebut. Rafki menegaskan, MoU menjadi awal kerja bersama untuk memperluas peluang kerja bagi warga Batam.


“Kami harus bekerja keras setelah ini untuk memastikan tenaga kerja lokal benar-benar terserap,” tutup Rafki. (*)

  • Amsakar Gandeng APINDO Prioritaskan 15-20 Persen Rekrutmen untuk Warga Lokal

Terkini

Iklan