Iklan

terkini

Wamendagri Bima Arya Puji Amsakar: Paham Angka, Paham Kondisi Lapangan

BATAMSIBER.COM
11 Sep 2026, 14.49 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-12T07:50:08Z
Foto: ist


BATAMSIBER.COM | BATAM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto mengapresiasi kemampuan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam memahami data sekaligus kondisi ekonomi daerah.


Menurut Bima, kemampuan kepala daerah membaca angka bukan sekadar soal statistik. Hal itu menunjukkan pemahaman terhadap persoalan yang terjadi di lapangan.


“Tidak banyak kepala daerah yang menguasai angka. Kalau melihat kepala daerah bicara angka-angka, berarti paham di lapangan,” kata Bima saat menghadiri penandatanganan kerja sama Pemerintah Kota Batam dengan APINDO Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Jumat (11/9/2026).


Bima mengatakan, kemampuan membaca data menjadi semakin penting ketika pemerintah daerah dituntut mendorong pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, menurutnya, membutuhkan kontribusi dari daerah.


Karena itu, kepala daerah harus mampu melihat sektor yang memiliki potensi sekaligus mengidentifikasi persoalan yang menghambat pertumbuhan.


“Jangan sampai yang gatal di mana, yang digaruk di mana. Sakitnya apa, obatnya apa. Itu harus betul-betul diidentifikasi dari hulu sampai hilir,” ujarnya.


Dalam konteks Batam, Bima menyebut catatan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja pemerintah daerah tergolong baik. Ia juga menilai berbagai penghargaan yang diraih Batam menjadi salah satu cerminan capaian tersebut. Selain itu, Bima mengapresiasi pemahaman Amsakar terhadap ekosistem ekonomi Batam yang tidak bertumpu pada satu sektor.


Menurutnya, manufaktur, pariwisata, investasi, tenaga kerja, pendidikan hingga infrastruktur harus dipersiapkan secara terintegrasi.


“Kami sangat apresiasi Pak Wali memahami itu dengan sangat baik dan bisa fokus pada program,” katanya.


Bima menilai besarnya belanja pemerintah melalui APBD bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana kebijakan tersebut mampu membangun ekosistem produksi, membuka lapangan kerja dan memberi dampak bagi masyarakat.


Dalam konteks itu, kerja sama pemerintah dan dunia usaha menjadi penting. Penandatanganan kerja sama Pemkot Batam dengan APINDO dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi tersebut.


Di sisi lain, Bima mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi Batam berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik.


Air bersih, jalan, transportasi publik dan pengelolaan sampah, menurutnya, perlu dipersiapkan mengikuti pertumbuhan aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk.


Ia juga menyoroti kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan Batam. Kondisi tersebut menjadi tanda bahwa perkembangan kota perlu dihitung sejak awal agar pertumbuhan ekonomi tidak memunculkan persoalan baru.


Bima mencontohkan pentingnya integrasi transportasi publik seperti yang dikembangkan di Jakarta melalui MRT, LRT dan TransJakarta.


“Sekarang lebih nyaman naik transportasi publik ke mana-mana yang terintegrasi. Batam jangan sampai terlambat,” pesannya.


Selain infrastruktur, Bima menyoroti dinamika pertumbuhan penduduk Batam yang sejalan dengan perannya sebagai kota industri dan tujuan investasi.


Menurutnya, pertumbuhan penduduk perlu diantisipasi melalui perencanaan kota yang matang agar setiap orang yang datang ke Batam dapat terakomodasi dengan baik. Karena itu, penataan ruang dan pengembangan kawasan perlu disiapkan sejalan dengan perkembangan kota.


“Siapa pun yang datang harus tersalurkan dengan desain yang pas. Ini sudah bicara desain tata ruang, RTRW, urban planning dan lain-lain,” ujarnya.


Jika tantangan tersebut mampu dijawab dengan baik, Bima optimistis Batam dapat berkembang menjadi salah satu kota termaju di Indonesia.


Di tengah upaya menjadikan Batam sebagai kota metropolitan, Bima mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik. Menurutnya, identitas dan karakter budaya Melayu tetap perlu diperkuat seiring perkembangan kota.


“Banyak yang fokus dengan sangat baik pada infrastruktur, pada dimensi fisik, tapi lupa menguatkan identitas kota. Akhirnya kotanya tidak bernyawa,” kata Bima.


Ia menilai Batam memiliki modal untuk tumbuh sebagai kota metropolitan yang modern tanpa kehilangan karakter Indonesia.


Bima pun optimistis pembangunan Batam dapat terus berlanjut. Keyakinan itu salah satunya didasari kemampuan Amsakar membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.


“Saya optimis ini bisa karena Pak Wali sangat terampil bersinergi dan kolaborasi dengan teman-teman ahli tata ruang dan perencanaan,” ujarnya.


Bima berharap kolaborasi pemerintah dan dunia usaha yang dibangun di Batam terus diperkuat dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.


“Semoga sinergi dan kolaborasi yang dibangun hari ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam memperkuat kerja sama pemerintah dan swasta untuk membuka lapangan pekerjaan,” tutupnya. (*)

  • Wamendagri Bima Arya Puji Amsakar: Paham Angka, Paham Kondisi Lapangan

Terkini

Iklan